Jumat, 09 November 2012

TEORI PSIKOANALITIK


PENDEKATAN  PSIKOANALISIS
( Sigmund freud )
Aliran utama Psikologi:
  1. Psikoanalisis
  2. Behaviorisme
  3. Psikologi Eksistensial-Humanistik
Sumbangan utama yang bersejarah dari teori dan praktek Psiokanalisis:
  1. Kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia bisa diterapkan pada perbedaan penderitaan manusia.
  2. Tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh faktor–faktor tak sadar.
  3. Perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yang kuat terhadap kepribadian dimasa dewasa.
  4. Teori psikoanalitik menyediakan kerangka kerja yang berharga untuk memahami cara-cara yang digunakan oleh individu dalam mengatasi kecemasan dengan mengandaikan adanya mekanisme–mekanisme yang bekerja untuk menghindari luapan kecemasan.
  5. Pendekatan Psikoanalitik telah memberikan cara-cara mencari keterangan dari ketidaksadaran melalui analisis atas mimpi–mimpi, resistensi dan Tranferensi.
STRUKTUR KEPRIBADIAN

  1. Id ( sebagai Komponen Biologis )
Id merupakan kepribadian orsinil / bawaan lahir, tempat bersemayamnyanaluri.
Sifat:
  • Kurang terorganisasi
  • Buta
  • Menuntut
  • Mendesak
  • Tidak bisa menoleransi ketegangan ( agar tercapai keadaan homeostatik)
  • Tidak logis
  • Amoral
  • Didorong oleh satu kepentingan, yaitu: Memuaskan kebutuhan naluriah
  • Tidak pernah matang dan selalu menjadi anak manja dari kepribadian, tidak berpikir dan hanya menginginkan / bertindak.
  • Tidak sadar
  • Mengenal kenyataan secara subyektif
  1. Ego ( sebagai komponen Psikologis )
Ego memiliki kontak dengan dunia eksternal dari kenyataan, tempat bersemanyamnya Intelegensi dan Rasionalitas
Sifat
  • eksekutif dari kepribadian yang memerintah,
  • mengendalikan kesadaran
  • Mengatur ( Id, Superego dan Dunia Eksternal )
  • Realistis
  • Berpikir logis, merumuskan rencana2 tindakan bagi pemuasan kebutuhan
  • Membedakan bayangan–bayangan mental dengan hal–hal yang terdapat di dunia eksternal
  1. Superego ( sebagai Komponen Sosial )
Superego: cabang moral / hukum dari kepribadian, sebagai kode moral individu tentang suatu tindakan itu baik / buruk, benar / salah.
Sifat:
  • Merepresentasikan hal–hal yang ideal, nilai–nilai tradisional
  • Mendorong kepada kesempurnaan ( bukan hanya kesenangan )
  • Merepresentasikan nilai–nilai tradisional dan ideal masyarakat yang diajarkan oleh orang tua kepada seorang anak.
  • Berkaitan dengan imbalan ( perasaan bangga, mencintai diri )
  • Berkaitan dengan hukuman ( perasaan berdosa dan rendah diri )
  • Menghambat impul–impul Id kemudian sebagai internalisasi standar-standar orang tua dan masyarakat.
SIFAT DASAR MANUSIA

Sifat manusia menurut pandangan Freudian:
  • Pesimistik
  • Deterministik
  • Mekanistik
  • Reduksionistik
Menurut Freud manusia dideterminasi oleh kekuatan–kekuatan:
  • Irasional
  • Motivasi-motivasi tak sadar
  • Kebutuhan / Dorongan biologis dan naluriah
  • Peristiwa–peristiwa psikoseksual yang terjadi selama lima tahun pertama dari kehidupan.
KESADARAN DAN KETAKSADARAN
Kesadaran dan ketaksadaran adalah kunci untuk memahami tingkah laku dan masalah-masalah kepribadian, karena kesadaran hanya bagian terkecil dari keseluruhan jiwa ( seperti gunung es yang mengapung ). Ketaksadaran sangat mempengaruhi tingkah laku karena proses–proses tak sadar adalah akar segenap gejala dan tingkah laku neurotik. Sehingga penyembuhan adalah upaya menyingkap makna gejala, sebab-sebab tingkah laku, dan bahan-bahan yang direpresi yang merintangi fungsi psikologis yang sehat.

Sasaran terapi Psikoanalitik adalah membuat motif-motif tak sadar menjadi disadari, sebab hanya ketika menyadari motifnyalah individu bisa melaksanakan pilihan.
KECEMASAN
Kecemasan adalah suatu keadaan tegang yang memotifasi kita untuk berbuat sesuatu.
Fungsi kecemasan: memperingatkan adanya ancaman bahaya ( sinyal bagi ego akan terus meningkat apabila tindakan–tindakan yang layak untuk mengatasi ancaman tersebut tidak diambil ), jika kecemasan tidak bisa dikendalikan dengan cara-cara yang rasional dan langsung, maka ego akan mengandalkan cara yang tidak realistis ( tingkah laku yang berorientasi pada pertahanan ego )
Macam–macam Kecemasan:
  1. Kecemasan Realistis: Ketakutan terhadap bahaya dari dunia eksternal
  2. Kecemasan Neurotik: Ketakutan terhadap tidak terkendalinya naluri2 yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan yang bisa mendatangkan hukuman bagi dirinya.
  3. Kecemasan Moral:     Ketakutan terhadap hati nurani sendiri ( merasa berdosa jika berlawanan dengan kode moral yang dimiliknya)
MEKANISME PERTAHANAN EGO
Mekanisme pertahanan ego membantu individu untuk mengatasi kecemasan dan mencegah terlukanya ego.
Bentuk:
  1. Penyangkalan  : kecenderungan membutakan diri dari kenyataan yang terlalu menyakitkan. ex: Penyangkalan terhadap kematian dari orang yg dicintai
    1. Proyeksi          : mengalamatkan sifat-sifat ( yang tidak bisa diterima oleh
    ego ) kepada orang lain
    1. Fiksasi             : terpaku pada tahap perkembangannya,karena jika melang-
    kah ketahap selanjutnya dapat menimbulkan kecemasan.
    1. Regresi            : melangkah mundur ke fase yang lebih awal yang
    tuntutannya tidak terlalu besar.
    ex: Takut kesekolah menangis / menghisap ibu jari, ketika
    adiknya lahir seorang anak kembali menunjukkan tingkah
    laku yang kurang matang
    1. Rasionalisasi    : menciptakan alasan-alasan yang baik guna menghindarkan
    ego dari cedera / memalsukan diri sehingga kenyataan
    yang mengecewakan menjadi tidak begitu mengecewakan.
    ex: UMPTN gagal,” saya memang tidak niat ikut ujian ”
    1. Sublimasi         : menggunakan jalan keluar yang lebih tinggi/ secara sosial
    lebih dapat diterima.
    ex: Dorongan agresifnya disalurkan pada aktivitas dengan cara
    bersaing di bidang olah raga.
    1. Displacement  : mengarahkan energi kepada obyek / orang lain, jika obyek
    asal tidak bisa dijangkau.
    ex: Menendang kucing, sebab marah kepada orang tua
    1. Represi            : melupakan kesadaran yang traumatis / yang bisa
    membangkitkan kecemasan.
    1. Formasi reaksi : melakukan tindakan yang berlawanan dengan hasrat-
    hasrat tak sadar
    PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
    1. Fase Oral         ( Tahun pertama kehidupan )
    2. Fase Anal        ( Usia 1 sampai 3 tahun )
    3. Fase Falik        ( Usia 3 sampai 5 tahun )

    ADAPTASI – ADAPTASI PSIKOANALISIS
    ( Para Neo-Freudian )
    I. Carl Jung: Masa kini tidak hanya ditentukan oleh masa lampau, tetapi juga oleh masa mendatang
    • Ketaksadaran Personal
    • Ketaksadaran Kolektif
    • Persona
    • Animus dan Anima
    • Ekstraveri dan Introversi
    Fungsi Psikologis dasar:
    1.  Tipe Berpikir           : Menggunakan logika, menghadapi situasi dengan kepala
    dingin, obyektif, rasional
    2.  Tipe Perasa              : Menekankan aspek-aspek dan nilai-nilai, kurang
    menekankan pemikiran
    3.  Tipe Pengecap         : mampu mempersepsi segala hal secara langsung melalui
    alat-alat indera.
    4.  Tipe Intuitif             : Mengetahui kemungkinan dari suatu situasi, bisa melangkah keseberang fakta, perasaan, gagasan, serta mampu menangkap segenap esensi kenyataan.
    Conttribution to Analytic Psycology (1928), Psycological Types (1933), Modern Man in Search of a Soul (1933).
    II. Alferd Adler: Manusia dimotivasi oleh dorongan sosial / Determinan sosial kepribadian ( Bukan determinan seksual ) dan kesadaran sebagai pusat kepribadian
    • Inferioritas dasar dan kompensasi
    • Usaha untuk mencapai superioritas
    • Gaya hidup
    • Pengalaman masa kanak-kanak
    Buku Utama: The Practice and Theory of Individual Psycology ( 1927 )

    III. Otto Rank: Ketakutan terhadap penyapihan sebagai kekuatan dinamik utama
    • Perjuangan untuk individualitas
    • Konsep keinginan: Aspek diri yang positif dan membimbing, yang secara kreatif menggunakan serta mengendalikan dorongan–dorongan dasar.
    Tiga type karakter:
    1.  Orang rata-rata        : Mengabaikan keinginan sendiri dan menerima keinginan kelompok, kenyataan yang diterima secara sosial menjadi kebenarannya.
    2.  Orang Neurotik       : Tidak menyeleraskan dengan keinginan kelompok, namun juga tidak merasa bebas untuk menyatakan keinginan sendiri
    3.  Orang Kreatif          : menyusun ideal dan standarnya sendiri, menerima diri sendiri sepenuhnya dan membimbing tingkah laku dengan standar internal, mangungkapkan diri kepada orang lain dengan karya – karya kreatif .
    Buku utama :The Trauma of  Birth ( 1929 ) 
    IV. Karen Horney
    Sepuluh Kebutuhan Neurotik:
    1.  Kebutuhan Neurotik akan afeksi dan persetujuan
    2.  Kebutuhan Neurotik akan orang yang menanggung hidup
    3.  Kebutuhan Neurotik untuk membatasi hidup dalam batasan yang sempit
    4.  Kebutuhan Neurotik akan kekuasaan
    5.  Kebutuhan Neurotik untuk mengekploitasi orang lain
    6.  Kebutuhan Neurotik akan prestise
    7.  Kebutuhan Neurotik untuk dikagumi
    8.  Kebutuhan Neurotik akan prestasi pribadi
    9.  Kebutuhan Neurotik akan kecukupan diri dan kemandirian
    10. Kebutuhan Neurotik akan perlindungan dan kekebalan.
    Tipe karakter ( menurut Horney ) ada 3, yaitu:
    1.  Tipe Penurut
    2.  Tipe memisahkan diri
    3.  Tipe Agresif
    Neurotic Personality of Our Time (1937), New Ways in Psycoanalysis ( 1939), Our Inner Coflicts ( 1945), 
    Neurosis and Human Growth ( 1950).
    V. Erich Fromm
    Kebutuhan manusia:
    1.  Kebutuhan akan berhubungan
    2.  Kebutuhan akan transendensi
    3.  Kebutuhan akan kemantapan
    4.  Kebutuhan akan identitas
    5.  Kebutuhan akan kerangka orientasi
    Orientasi dari lima tipe karakter:
    1.  Orientasi Reseptif
    2.  Orientasi Eksploatatif
    3.  Orientasi Menimbun
    4.  Orientasi Pasar
    5.  Orientasi Produktif
    Escape from Freedom (1941), Man for Himself ( 1947), The Sane Society ( 1955), The Art of Loving ( 1956),
    The Heart of Man ( 1964), The Revolution of Hope (1968)
    VI. Harry Stack Sullivan
    Tiga Corak pengalaman yang terlibat dalam pembentukan ego:
    1.  Corak Protaksis
    2.  Corak Parataksis
    3.  Corak Sintaksis
    The Interpersonal Theory of Psychiatry (1953).
    VII. Erik Erikson
    Delapan Tahap Perkembangan yang mengandung kebutuhan mandesak untuk dipenuhi:
    1.  Fase oral ( Percaya lawan Tidak percaya )
    2.  Fase anal / Tahap Otonomi ( Otonomi lawan Malu )
    3.  Fase falik / Tahap Inisiatif ( Inisiatif lawan Berdosa )
    4.  Masa Latensi ( Industri lawan Inferioritas )
    5.  Masa Remaja ( Identitas lawan Kekacauan peran )
    6.  Masa Dewasa Muda ( Keakraban lawan Isolasi )
    7.  Masa Dewasa ( Kesuburan lawan Stagnasi )
    8.  Masa Kematangan Akhir ( Intregitas ego lawan Keputusasaan )
    Childhood and Society ( 1964)
    PROSES TERAPEUTIK
    Tujuan: Membentuk kembali struktur karakter individual dengan cara membuat
    kesadaran yang tidak disadari di dalam diri klien.
    Lima tehnik dasar terapi Psikoanalitik
    1.  Asosiasi bebas
    2.  Penafsiran
    3.  Analisis Mimpi
    4.  Analisis atas Resistensi
    5.  Analisis atas Tranferensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar